HRRekrutmen

10 Kriteria Penilaian HRD Saat Proses Recruitment, Kamu Harus Tahu!

vocadminblog vocadminblog

Dalam mendapatkan pekerjaan tentu tidak bisa langsung begitu saja, namun ada tahapan yang harus dilalui. Salah satunya adalah proses recruitment atau proses lamaran kerja. Dalam proses ini perusahaan berusaha menyeleksi setiap orang dengan berbagai metode agar bisa mendapatkan pekerja terbaik. Salah satunya adalah melalui proses wawancara kerja.

Job interview conversation – Freepik

Terkadang mencari pekerjaan bisa terasa sulit saat ini karena persaingan ketat dari orang-orang dan perusahaan yang merekrutnya. Biasanya agar bisa bersaing, orang berusaha semaksimal mungkin melakukan seleksi dengan sebisa mungkin lolos wawancara kerja. Tentu ada poin dan kriteria tertentu yang menjadi penilain HRD, sebelum memutuskan untuk menerima pelamar kerja. Berikut kriteria penilaian HRD dalam proses seleksi penerimaan karyawan baru.

1. Mental dan Kesiapan

Kesiapan mental merupakan modal utama bagi pelamar. Perusahaan sangat memperhatikan tingkat kepercayaan diri dan kesiapan Anda dalam menghadapi tantangan. Mental yang kuat bukan hanya dinilai saat wawancara, tetapi juga menjadi cerminan bagaimana Anda akan menguasai bidang pekerjaan dan beradaptasi di lingkungan kerja nantinya.

2. Kompetensi

Poin ini menitikberatkan pada latar belakang pendidikan, keterampilan (skill), dan pengalaman teknis. HRD akan melihat apakah kualifikasi yang Anda miliki sudah sesuai dengan persyaratan posisi yang dibutuhkan. Semakin relevan kompetensi Anda, semakin besar peluang Anda untuk terpilih.

3. Karakter

Setiap posisi membutuhkan kepribadian yang berbeda. HRD akan menilai karakter dan kepribadian Anda untuk menentukan apakah Anda orang yang tepat (right person) untuk mengisi peran tersebut serta apakah Anda dapat selaras dengan budaya perusahaan.

4. Attitude (Sikap)

Sikap sopan, ramah, dan perilaku selama wawancara adalah poin penilaian yang tidak boleh diabaikan. Pewawancara akan memperhatikan setiap gerak-gerik dan bagaimana Anda membawa diri. Menjaga perilaku tetap positif dan terbuka akan memberikan nilai tambah yang signifikan.

5. Grooming (Penampilan)

Kesan pertama sering kali ditentukan oleh penampilan fisik. Menggunakan pakaian yang rapi, pantas, dan profesional menunjukkan bahwa Anda menghargai proses rekrutmen tersebut. Penampilan yang terjaga secara otomatis akan meningkatkan penilaian profesionalisme Anda.

6. Kemampuan Komunikasi

Kegagalan dalam wawancara sering kali disebabkan oleh cara berkomunikasi yang kurang efektif. HRD menilai bagaimana Anda mengungkapkan ide, pemikiran, dan pandangan secara jelas. Pastikan intonasi dan volume suara Anda tegas agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

7. Pengalaman Kerja

Jika Anda memiliki riwayat pekerjaan sebelumnya, ceritakan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar. Pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan user akan menjadi poin krusial yang membuka peluang Anda lebih lebar untuk diterima.

8. Etika Kerja dan Motivasi

Adalah indikator kesuksesan yang membedakan Anda dari kandidat lain dengan skill serupa. Etika yang baik mencerminkan motivasi seseorang untuk terus maju dan berkembang. HRD melihat poin ini sebagai jaminan bahwa Anda akan bekerja dengan integritas tinggi.

9. Pengambilan Keputusan

HRD akan menguji kemampuan Anda dalam menganalisis fakta dan data untuk mengambil sebuah keputusan. Biasanya, pewawancara akan menggali lebih dalam mengenai alasan di balik keputusan yang pernah Anda buat untuk melihat sejauh mana Anda mempertimbangkan berbagai alternatif dan solusi.

10. Inisiatif

Kemampuan untuk mengambil langkah mandiri, terutama dalam situasi genting, sangat dihargai oleh perusahaan. Kandidat yang memiliki inisiatif tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa harus selalu diperintah, serta mampu memberikan ide-ide segar bagi kemajuan perusahaan, memiliki nilai plus di mata HRD.