Tanda People Pleaser di Kantor
Budaya Kerja

5 Tanda People Pleaser di Kantor, Waspadai Kebiasaannya!

Fadila Rosyada

Di dunia kerja, memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan bersikap kooperatif tentu sangat dihargai. Namun, ada kalanya sikap ingin selalu menyenangkan orang lain justru menjadi terlalu berlebihan, sehingga bisa berdampak pada kesehatan mental dan performa kerja. Fenomena ini dikenal sebagai people pleaser, yaitu seseorang yang terlalu mengutamakan kepuasan orang lain, sering mengabaikan kebutuhan diri sendiri, dan sulit mengatakan “tidak”.

Menjadi people pleaser di kantor tidak selalu terlihat jelas. Kadang, perilaku ini terselubung dalam kesan “ramah” atau “team player”. Padahal, jika tidak disadari, kebiasaan ini bisa membuatmu stres, kelelahan, dan kurang produktif. Oleh karena itu, penting mengenali tanda-tandanya agar bisa mengambil langkah untuk menjaga keseimbangan antara bekerja sama dan menjaga diri sendiri. Yuk, simak penjelasannya!

1. Sulit Mengatakan “Tidak”

Orang yang bersikap people pleaser cenderung kesulitan menolak permintaan rekan kerja atau atasan, meski sebenarnya beban kerja mereka sudah penuh. Mereka khawatir jika menolak, orang lain akan kecewa atau menilai mereka negatif.

Akibatnya, mereka sering menerima tugas tambahan yang sebenarnya tidak realistis, sehingga menumpuk stres dan mengurangi fokus pada pekerjaan utama. Sulit mengatakan “tidak” juga bisa membuat seseorang terjebak dalam siklus overcommitment, di mana mereka merasa selalu harus menyenangkan orang lain agar diterima.

2. Mengorbankan Kesejahteraan Diri Sendiri

People pleaser cenderung menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri. Misalnya, lembur tanpa alasan yang jelas hanya karena ingin membantu rekan kerja, atau menunda istirahat agar proyek orang lain selesai lebih cepat.

Perilaku ini bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Selain kelelahan, risiko burnout menjadi lebih tinggi karena mereka jarang memprioritaskan diri sendiri. Kesejahteraan yang terabaikan juga bisa menurunkan kualitas pekerjaan, meski niat awal mereka baik.

3. Selalu Mengharapkan Persetujuan atau Pujian

People pleaser cenderung mencari validasi dari orang lain. Mereka merasa dihargai jika mendapatkan pujian atau persetujuan dari atasan atau rekan kerja.

Hal ini membuat mereka cenderung melakukan pekerjaan lebih untuk pengakuan daripada motivasi intrinsik. Ketergantungan pada persetujuan ini bisa mengurangi rasa percaya diri dan membuat seseorang selalu ragu mengambil keputusan tanpa memastikan “apakah ini sesuai dengan harapan orang lain?”.

4. Sulit Mengungkapkan Pendapat yang Berbeda

Di kantor, people pleaser sering menahan diri untuk mengungkapkan pendapat atau ide yang bertentangan. Mereka takut menimbulkan konflik atau tidak disenangi oleh rekan kerja atau atasan.

Akibatnya, mereka jarang bersuara dalam rapat, menunda kontribusi ide, atau setuju pada keputusan yang sebenarnya kurang tepat. Kebiasaan ini bisa membuat potensi mereka tidak terlihat, serta mengurangi kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan kritis di lingkungan kerja.

5. Mudah Terpengaruh dan Mengikuti Orang Lain

People pleaser cenderung mengikuti alur orang lain, bahkan jika itu bertentangan dengan prinsip atau pendapat mereka sendiri. Mereka ingin diterima dan diakui sebagai bagian dari kelompok.

Meskipun sikap ini tampak ramah dan mudah bekerja sama, terlalu sering menyesuaikan diri dengan orang lain bisa mengurangi keaslian diri. Lama-kelamaan, mereka mungkin merasa kehilangan identitas atau tidak puas dengan diri sendiri karena selalu menyesuaikan diri untuk menyenangkan orang lain.

Menjadi orang yang kooperatif dan menyenangkan memang penting di kantor, tapi terlalu berlebihan justru bisa merugikan diri sendiri. Dengan mengenali tanda-tanda people pleaser, kamu bisa mulai menetapkan batasan, belajar mengatakan “tidak”, dan menjaga keseimbangan antara membantu orang lain dan merawat diri sendiri.