6 Perbedaan TOEFL ITP dan iBT, Mana yang Kamu Pilih?
Memutuskan untuk mengambil tes TOEFL adalah langkah besar bagi masa depan akademik maupun karier kamu. Namun, sering kali muncul kebingungan saat harus memilih antara TOEFL ITP (Institutional Testing Program) atau TOEFL iBT (internet-Based Test). Meskipun keduanya merupakan produk dari ETS (Educational Testing Service), keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda satu sama lain.
Memilih jenis tes yang salah bukan hanya membuang uang, tetapi juga bisa menghambat rencana studi atau kerja kamu karena setiap institusi memiliki standar penerimaan yang berbeda. Agar kamu tidak salah langkah, yuk simak 6 perbedaan utama antara TOEFL ITP dan iBT yang perlu kamu pahami sebelum mendaftar!
1. Media dan Format Pelaksanaan Tes
Perbedaan yang paling mendasar terletak pada media yang digunakan saat ujian berlangsung. TOEFL ITP umumnya menggunakan format paper-based, di mana kamu akan mengisi jawaban menggunakan pensil 2B pada lembar jawaban kertas. Tes ini lebih konvensional dan sering kali dianggap lebih nyaman bagi mereka yang tidak terbiasa menatap layar komputer dalam waktu lama.
Sebaliknya, sesuai namanya, TOEFL iBT dilakukan sepenuhnya menggunakan komputer dan koneksi internet. Kamu akan mengetik jawaban untuk sesi Writing dan berbicara melalui mikrofon untuk sesi Speaking. Format iBT menuntut kamu untuk memiliki keterampilan mengetik yang cukup cepat dan kemampuan berinteraksi dengan perangkat digital secara lancar selama berjam-jam.
2. Sesi Kemampuan yang Diujikan
Dalam hal materi, TOEFL ITP memiliki cakupan yang lebih sempit dibandingkan iBT. ITP fokus pada tiga bagian utama: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Kamu tidak akan menemukan sesi berbicara (Speaking) maupun menulis (Writing) pada tes ITP standar, sehingga fokus belajarnya lebih banyak pada tata bahasa dan pemahaman bacaan.
Di sisi lain, TOEFL iBT jauh lebih kompleks karena menguji empat keterampilan bahasa Inggris secara menyeluruh, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Uniknya, iBT sering kali menggunakan soal yang terintegrasi (integrated tasks), di mana kamu harus membaca sebuah teks, mendengarkan percakapan singkat, lalu memberikan tanggapan secara lisan atau tulisan. Ini membuat iBT terasa lebih menantang secara mental.
3. Durasi dan Tekanan Waktu
Jika kamu adalah tipe orang yang cepat lelah saat ujian, durasi tes menjadi faktor penting. TOEFL ITP memiliki durasi yang lebih singkat, yaitu sekitar 2 jam. Dengan waktu yang lebih efisien, kamu tidak akan terlalu merasa terkuras energinya. Fokus utama kamu adalah menjaga ketelitian dalam menjawab soal-soal structure yang biasanya memiliki waktu pengerjaan cukup sempit per butir soal.
Sementara itu, TOEFL iBT bisa memakan waktu sekitar 3 jam (setelah pembaruan format terbaru dari ETS). Mengingat durasinya yang lama dan tingkat kerumitan soal yang tinggi, kamu benar-benar butuh stamina fisik dan konsentrasi yang luar biasa. Banyak peserta merasa lelah saat memasuki sesi terakhir, sehingga manajemen energi menjadi kunci sukses di iBT.
4. Skala Penilaian (Scoring System)
Sistem penilaian keduanya sangat berbeda dan tidak bisa langsung disamakan begitu saja. Skor TOEFL ITP berkisar antara 310 hingga 677. Angka ini dihitung berdasarkan akumulasi jawaban benar dari setiap sesi yang kemudian dikonversi melalui tabel penilaian khusus. Skor di atas 550 biasanya sudah dianggap sangat baik untuk standar institusi dalam negeri.
Sedangkan TOEFL iBT menggunakan skala 0 hingga 120, di mana masing-masing dari empat bagian (Reading, Listening, Speaking, Writing) memiliki bobot maksimal 30 poin. Skor iBT sering kali menjadi standar emas bagi universitas di Amerika Serikat atau Eropa, dengan target skor yang biasanya berkisar antara 80 hingga 100 poin tergantung pada reputasi kampusnya.
5. Biaya dan Kemudahan Pendaftaran
Dari sisi finansial, TOEFL ITP jauh lebih ekonomis. Biaya tes ITP biasanya berkisar di angka ratusan ribu rupiah (tergantung institusi penyelenggara), menjadikannya pilihan favorit bagi mahasiswa yang membutuhkan sertifikat untuk syarat kelulusan atau melamar kerja di tingkat nasional. Lokasi ujiannya pun tersebar luas di berbagai universitas dan lembaga bahasa di seluruh Indonesia.
Agar kamu bisa menghadapi tes ini dengan percaya diri tanpa takut biayamu terbuang percuma, kamu bisa mengikuti kelas persiapan di Vocasia. Di sana, kamu bisa ikut kelas persiapan TOEFL dengan waktu yang fleksibel dan materi yang super lengkap, mulai dari bedah soal structure hingga trik reading. Dengan bimbingan yang tepat di Vocasia, peluang kamu meraih skor impian dalam sekali tes akan jauh lebih besar.
6. Kegunaan dan Pengakuan Internasional
Ini adalah perbedaan yang paling menentukan pilihanmu. Sertifikat TOEFL ITP umumnya hanya diakui secara institusional atau nasional. Artinya, sertifikat ini sangat kuat untuk melamar kerja di BUMN, syarat CPNS, atau mendaftar kuliah di dalam negeri. Namun, jika kamu berencana mendaftar ke universitas di luar negeri (terutama di AS, Kanada, atau Australia), sertifikat ITP biasanya tidak akan diterima.
Sertifikat TOEFL iBT memiliki pengakuan internasional yang jauh lebih luas. Hampir semua universitas bergengsi di dunia menerima skor iBT sebagai syarat utama bagi mahasiswa internasional. Jadi, jika ambisi kamu adalah go-international, iBT adalah investasi yang wajib kamu ambil meskipun persiapannya jauh lebih berat dan biayanya mencapai angka jutaan rupiah.
Memahami 6 perbedaan TOEFL ITP dan iBT sangat krusial agar persiapanmu tepat sasaran. Pilihlah ITP jika kebutuhanmu bersifat domestik atau untuk menghemat biaya, namun pilihlah iBT jika kamu menargetkan studi atau karier global. Apapun pilihanmu, pastikan kamu mempersiapkan diri dengan baik, ya!