8 Tips Belajar TOEFL Sambil Kerja, Tanpa Ganggu Waktu!
Belajar TOEFL sambil bekerja sering terasa seperti “dua dunia” yang sulit diseimbangkan. Di satu sisi, kamu harus fokus pada pekerjaan dengan deadline dan tanggung jawab harian. Di sisi lain, kamu juga punya target meningkatkan skor TOEFL untuk masa depan, seperti melanjutkan studi atau meningkatkan peluang karier.
Meski terdengar berat, sebenarnya hal ini sangat mungkin dilakukan. Kuncinya bukan pada seberapa banyak waktu yang kamu punya, tapi bagaimana kamu mengelolanya. Dengan strategi yang tepat dan konsistensi, kamu tetap bisa belajar secara efektif meskipun jadwal kerja padat. Nah, berikut ini 8 tips yang bisa kamu terapkan!
1. Tentukan Target Skor yang Jelas
Menentukan target skor TOEFL adalah langkah awal yang sangat penting. Tanpa target yang jelas, kamu akan belajar tanpa arah dan sulit mengukur progres. Misalnya, kamu bisa menetapkan target skor 500, 550, atau bahkan 600 tergantung kebutuhan, seperti syarat beasiswa atau pekerjaan.
Dengan adanya target, kamu jadi lebih termotivasi dan tahu apa yang harus dicapai. Selain itu, target juga membantu kamu menyusun strategi belajar yang lebih spesifik. Misalnya, jika targetmu cukup tinggi, kamu perlu fokus lebih intens pada latihan soal dan pemahaman konsep.
Target ini juga berfungsi sebagai “pengingat” ketika kamu mulai merasa malas atau lelah setelah bekerja. Kamu jadi punya alasan kuat untuk tetap belajar meskipun hanya sebentar setiap hari.
2. Buat Jadwal Belajar yang Realistis
Banyak orang gagal konsisten karena membuat jadwal yang terlalu ambisius. Misalnya, belajar 2–3 jam setiap hari, padahal kondisi tubuh sudah lelah setelah bekerja. Akhirnya, jadwal tersebut tidak dijalankan dan justru membuat kamu merasa gagal.
Sebagai gantinya, buat jadwal yang realistis dan fleksibel. Kamu bisa mulai dari 30–60 menit per hari, tapi dilakukan secara rutin. Pilih waktu yang paling nyaman, seperti pagi sebelum kerja atau malam hari setelah istirahat.
3. Fokus pada Satu Skill dalam Satu Waktu
TOEFL memiliki beberapa bagian seperti listening, structure/grammar, dan reading. Jika kamu mencoba mempelajari semuanya sekaligus dalam satu waktu, kamu bisa merasa kewalahan dan sulit memahami materi secara mendalam.
Lebih baik, fokus pada satu skill dalam satu sesi belajar. Misalnya hari ini fokus listening, besok reading, dan seterusnya. Cara ini membantu otak kamu lebih fokus dan materi lebih mudah diserap.
4. Manfaatkan Waktu Luang Sekecil Apa Pun
Kalau kamu merasa tidak punya waktu belajar, coba perhatikan kembali aktivitas harianmu. Sering kali ada waktu-waktu kecil yang sebenarnya bisa dimanfaatkan, seperti saat perjalanan, menunggu, atau istirahat.
Misalnya, kamu bisa mendengarkan audio TOEFL saat di perjalanan atau membaca soal singkat saat istirahat makan siang. Meskipun hanya 10–15 menit, jika dilakukan secara rutin, hasilnya tetap signifikan.
5. Gunakan Sumber Belajar yang Tepat
Memilih sumber belajar yang tepat bisa sangat memengaruhi hasil belajar. Jangan sampai kamu menghabiskan waktu dengan materi yang tidak relevan atau terlalu sulit untuk levelmu.
Gunakan buku, aplikasi, atau platform belajar TOEFL yang sudah terpercaya. Pilih yang sesuai dengan kebutuhanmu, apakah untuk pemula atau tingkat lanjut. Dengan materi yang tepat, kamu bisa belajar lebih efektif dan tidak mudah bingung.
6. Rutin Mengerjakan Latihan Soal
Latihan soal adalah kunci untuk memahami pola TOEFL. Semakin sering kamu mengerjakan soal, semakin terbiasa kamu dengan jenis pertanyaan yang akan muncul.
Selain itu, latihan soal juga membantu kamu mengetahui kelemahanmu. Misalnya, jika sering salah di bagian listening, berarti kamu perlu lebih banyak latihan di bagian tersebut.
Jangan lupa untuk mengevaluasi hasil latihan, ya. Pelajari kesalahanmu dan cari tahu alasan jawaban yang benar. Dengan begitu, kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama.
7. Ikuti Simulasi atau Try Out TOEFL
Simulasi atau try out TOEFL sangat penting untuk mengukur kemampuanmu secara keseluruhan. Tes ini membantu kamu merasakan kondisi ujian yang sebenarnya, termasuk tekanan waktu.
Dengan mengikuti simulasi, kamu bisa mengetahui apakah target skor yang kamu tetapkan sudah realistis atau belum. Jika belum tercapai, kamu masih punya waktu untuk memperbaiki strategi belajar.
Selain itu, simulasi juga membantu meningkatkan mental dan kepercayaan diri. Kamu jadi lebih siap saat menghadapi tes TOEFL yang sesungguhnya.
8. Jaga Konsistensi dan Motivasi
Belajar TOEFL sambil bekerja bukan hanya soal kemampuan, tapi juga soal konsistensi. Tanpa konsistensi, semua rencana belajar yang sudah dibuat tidak akan berjalan dengan baik.
Untuk menjaga konsistensi, kamu perlu memiliki motivasi yang kuat. Misalnya, tujuan untuk kuliah di luar negeri atau mendapatkan pekerjaan impian. Tujuan ini akan membantu kamu tetap semangat meskipun lelah.
Selain itu, beri dirimu apresiasi atas progres kecil yang sudah dicapai. Hal ini penting agar kamu tidak merasa jenuh dan tetap menikmati proses belajar.
Belajar TOEFL sambil bekerja memang membutuhkan usaha ekstra, tapi bukan sesuatu yang mustahil. Kuncinya adalah konsisten, realistis, dan punya tujuan yang jelas. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk menunda, yuk mulai dari sekarang, sedikit demi sedikit, hasilnya akan terasa!