Growth Hacking: Pengertian, Tujuan, Strategi, dan Contoh Lengkap
Apa Itu Growth Hacking?
Growth hacking adalah teknik marketing yang menggabungkan antara marketing, data, dan teknologi. Dengan menggunakan growth hacking, seorang growth hacker akan menemukan cara terinovatif, tercepat, dan efektif untuk mencapai kesuksesan start up. Beberapa teknik yang diadopsi oleh growth hacker adalah reverse engineering, A/B testing, SEO, email marketing, viral marketing, and content marketing. Dalam prosesnya ada beberapa teknik yang dilakukan secara mandiri. Akan tetapi, bisa juga dipakai teknik tersebut dipakai secara bersamaan. Semua tergantung pada jenis dan visi startup itu sendiri.
Dengan menggunakan growth hacking Anda bisa meningkatkan jumlah pelanggan dan bisa membuat brand lebih mampu bersaing dengan kompetitor lain. Growth hacking mengelola data yang bisa digunakan untuk menganalisis competitor dengan cara yang lebih mudah. Selain itu, growth hacking juga merujuk pada strategi yang semakin popular dan juga seorang growth hacking diperlukan pola pikir yang spesifik dan bisa berfokus pada pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.
Strategi Growth Hacking
1. Advertising
Growth hacking memanfaatkan iklan sebagai salah satu cara untuk mempromosikan bisnisnya bahkan bisa meningkatkan brand awareness. Salah satu cara untuk melakukan promosi yaitu dengan menggunakan PPC atau Pay per click. strategi tersebut dilakukan dengan melakukan tahapan AARRR atau acquisition, activation, retention, revenue, dan referral. Berikut penjelasan terkait 5 tahapan tersebut.
- Acquisition.
Perusahaan harus mencari cara untuk mengenalkan produk kepada calon pelanggan. Tahap ini sangat penting karena Anda dapat mengetahui apakah calon pelanggan akan tertarik ke bisnis Anda apa tidak. Dengan menjangkau pelanggan lebih banyak Anda dapat memperluas brand awareness bisnis Anda.
- Activation
Memberikan pelanggan pengalaman yang menyenangkan saat mencoba produk untuk pertama kalinya. Activation ini adalah proses menjadikan mereka sebagai pelanggan untuk pertama kali. Banyaknya jumlah konsumen yang menjadi pelanggan bisa disebut dengan conversion rate. Di tahap ini Anda bisa melakukan beberapa strategi, yaitu:
- Menggunakan CTA yang menarik pada website atau blog Anda
- Memanfaatkan pop up.
- Memberikan alternatif kepada pengunjung untuk menghubungi Anda
- Retention.
Mencari cara untuk membuat pelanggan mau kembali menggunakan produk yang ditawarkan. Di tahap ini Anda harus mencoba memastikan pelanggan tak hanya menggunakan produk atau layanan cuma sekali saja. Misalnya, Anda bisa memberikan promosi terbatas untuk pembelian berikutnya, membuat pelanggan Anda merasa nyaman dan terlayani, dan mengirimkan newsletter yang berisikan informasi produk atau layanan.
- Revenue
Bagaimana cara perusahaan untuk memonetasinya.
- Referral
Perusahaan harus menyiapkan strategi agar pelanggan mau memberi tahu orang lain mengenai produk yang ditawarkan. Strategi ini biasanya menggunakan word of mouth karna lebih mampu menumbuhkan bisnis lebih cepat.
2. Content marketing
Strategi content marketing salah satu teknik yang tidak perlu memerlukan modah banyak dan cukup memberikan peningkatkan dalam bisnis. Dengan memanfaatkan content marketing bisa menjadi pilihan tepat yang bisa menandatangkan lead yang berkualitas. Conten marketing bisa dilakukan dengan membuat artikel di blog, e-book, konten media sosial, video, infografik, dan email marketing.
3. Product Marketing
Product marketing mampu membuat produk lebih menarik perhatian dan membangun basis pengguna. Misalnya, dengan membuat sistem pendaftaran khusus buat pelanggan tertentu kemudian menawarkan program referral yang bisa menguntungkan bagi pengguna lama dan yang baru bergabung juga bisa mengikuti program ini.
Contoh Growth Hacking
Berikut beberapa contoh yang sukses menerapkan growth hacking dalam bisnisnya:
1. AinrBnB
Pasti Anda sudah tidak asing lagi mendenger nama AirBnB, yup AirBnB ini menawarkan tempat penginapan untuk para traveler dari harga yang murah sampai mahal di berbagai kota sampe pelosok desa. Di awal pembentukan AirBnB, pemilik usaha ini menyadari bahwa banyak orang yang mencari penginapan melalui situs jual-beli Craigslist. Alhasil, mereka juga memposting penginapan AirBnB di situs tersebut dan mendapatkan banyak pelanggan dari sana.
2. Dropbox
Dropbox juga ikut menerapkan strategi growth hacking untuk memperbanyak penggunaannya. Dropbox ini salah satu layanan penyimpanan terbesar di dunia. Mereka menawarkan tambahan penyimpanan secara gratis bagi pengguna yang masuk melalui aplikasi twitter dan facebook mereka mempromosikan melalui media sosialnya.
3. Gmail
Gmail menggunakan strategi growth hacking bernama FOMO. Merupakan menggunakan sistem undangan agar bisa menggunakannya. Hal ini membuat penasaran banyak orang dan pada akhir banyak yang mencoba strategi seperti gmail ini.
Gimana tertarik untuk mencoba strategi growth hacking untuk bisnismu? Growth hacking ini sangat membantu startup yang baru merilis sebuah usaha untuk berkembang cepat.