KarierTips KarierPersiapan Karier

Ijazah atau Skill: Mengapa Perusahaan Lebih Percaya Gelar?

Shabrina Esya

Pernahkah kamu bertanya mengapa perusahaan besar begitu selektif dengan lulusan universitas tertentu? Mengapa teman yang kuliahnya “santai” dari kampus top lebih mudah dapat kerja dibanding yang belajar keras dari kampus biasa?

Jawabannya: signaling problem, konsep yang jarang dibahas dalam dunia pendidikan.

Apa Itu Signaling?

Signaling adalah cara menunjukkan kualitas diri melalui indikator yang sulit dipalsukan. Ijazah berfungsi sebagai “sinyal” kepada employer tentang kualitas kandidat.

Yang mengejutkan, ijazah dianggap sebagai bukti bahwa kamu bisa menyelesaikan sesuatu yang challenging, bukan tentang ilmu yang dipelajari.

Mengapa Employer Butuh Sinyal?

HR harus menyaring ratusan lamaran dengan waktu terbatas. Interview cuma 1-2 jam, CV bisa dilebih-lebihkan. Mereka butuh indikator yang dapat dipercaya.

Ijazah dari universitas bergengsi menjadi sinyal bahwa:

  • Kamu lolos seleksi masuk yang ketat
  • Punya disiplin bertahan 4 tahun
  • Bisa berkompetisi dengan orang pintar

”Lulus dari Mana” vs “Belajar Apa”

Investment banking sering merekrut lulusan berbagai jurusan bahkan sastra atau filsafat, asalkan dari universitas top.

Mengapa?

  • Masuk kampus top = indikator kecerdasan
  • Lulus dengan IPK bagus = indikator kerja keras
  • Alumni prestisius = network valuable

Strategi Praktis

Jika kuliah atau berencana kuliah:

  • Nama institusi matters, target kampus dengan reputasi kuat
  • Aktivitas di luar kuliah jadi sinyal tambahan (organisasi atau kompetisi)
  • Internship di perusahaan terkenal kadang lebih kuat dari IPK tinggi

Jika tidak punya ijazah prestisius

  • Buat sinyal alternatif - portofolio solid, proyek nyata, dan sertifikasi
  • Network agresif untuk melewati filter ijazah
  • Mulai dari posisi berbasis performa seperti sales atau freelance

Profesional yang sudah bekerja:

  • S2/MBA bisa jadi sinyal career transition
  • Hitung cost vs benefit dengan cermat
  • Mid-senior level - track record mulai mengalahkan ijazah

Akankah Berubah?

Google pernah bilang nggak ada korelasi kuat antara ijazah dengan job performance, tapi mereka tetap rekrut mayoritas dari kampus top.

Kenapa? Signaling tetap menjadi cara paling efisien untuk screening awal. Alternatif lain mulai bermunculan seperti skills-based hiring atau micro-credentials. Tapi adopsinya masih terbatas.

Yang bisa dilakukan adalah pahami sistemnya, lalu manfaatkan atau ciptakan jalur alternatif. Kejar ijazah jika itu jalan paling efisien, jika tidak maka fokus bangun sinyal lain yang lebih kuat.