KarierTips Karier

Kenapa Fresh Graduate Selalu Ditolak Kerja? Ini Alasannya!

Shabrina Esya

Baru lulus kuliah, penuh semangat, CV sudah disiapkan rapi, terus mulai kirim lamaran ke puluhan perusahaan. Seminggu berlalu, dua minggu, sebulan.. yang datang hanya email penolakan. Atau lebih parah lagi, di-ghosting tanpa kasih kabar.

Kalau kamu mengalami ini, kamu nggak sendirian. Hampir semua fresh graduate pernah merasakan frustasi yang sama. Yang bikin tambah bingung, alasan penolakannya sering nggak masuk akal. Terlalu bagus ditolak, kurang pengalaman juga ditolak. Terus yang dicari perusahaan itu sebenarnya apa sih?

Mari kita bongkar alasan sebenarnya kenapa fresh graduate susah dapat kerja dan yang lebih penting bagaimana cara mengatasinya.

“Maaf, Kamu Terlalu Bagus untuk Posisi Ini”

Kamu lulusan cumlaude, kamu pernah magang di perusahaan ternama, aktif organisasi, punya sertifikat ini itu. Harusnya perusahaan rebutan kamu, kan? Eh ternyata malah dapat email: “Terima kasih atas minat Anda, namun kami merasa Anda overqualified untuk posisi ini.”

Tunggu dulu, memangnya ada yang namanya “terlalu pintas” untuk kerja?

Sayangnya ada dan ini bukan tentang kamu, tapi lebih ke ketakutan perusahaan :

  • Takut Kamu Cepat Kabur

Perusahaan sudah trauma dengan karyawan yang resign setelah beberapa bulan. Mereka mikir: “Ngapain kita training dia, kasih akses ke sistem, eh 6 bulan kemudian dia dapet offer lebih bagus terus cabut.” Dengan kualifikasi setinggi itu, mereka berasumsi kamu cuma paka posisi entery-level sebagai batu loncatan.

  • Khawatir Kamu Bakal Bosan

Kalau kemampuan kamu jauh di atas job requirement, perusahaan takut kamu cepat bosan. Karyawan yang bosan itu bahaya: produktivitas turun, bisa jadi toxic. Atau malah bikin masalah karena frustasi dengan pekerjaan yang terlalu gampang.

  • Budget Gaji Nggak Cukup

Perusahaan punya budget terbatas untuk posisi entry-level, biasanya sekitar UMR atau sedikit di atasnya. Mereka berasumsi dengan kualifikasi setinggi itu, pasti kamu minta gaji yang lebih tinggi. Daripada nego yang ujungnya nggak deal, lebih baik tolak di awal.

”Maaf, Kamu Butuh yang Lebih Berpengalaman”

Di sisi lain, ada situasi yang sama menyebalkan. Job postingnya jelas-jelas bilang “Fresh graduate welcome!” Tapi begitu kamu apply, ditolak karena kurang berpengalaman.

Pernah lihat lowongan yang bilang: “Dibutuhkan fresh graduate dengan minimal 3 tahun pengalaman?” Seriously? Fresh graduate dari mana yang punya 3 tahun pengalaman kerja?

Kenapa ini bisa terjadi?

  • Perusahaan Pengen Dapat Value Maksimal dengan Budget Minimal

Ini klasik banget, terutama di start up atau UKM, mereka pengen bayar gaji fresh graduate tapi dapat skill level mid-senior. Maunya orang yang langsung bisa kerja tanpa perlu training, tapi dengan harga murah.

  • Job Description-nya Copy Paste

Kadang HR atau hiring manager terlalu malas untuk bikin job description yang spesifik. Mereka copy dari template atau dari kompetitor, tanpa mikir panjang apakah rekruitmennya masuk akal atau tidak.

  • CV Kamu Nggak Lolos Filter Robot

Sebelum CV kamu sampai ke mata manusia, harus lolos dulu dari ATS (Applicant Tracking System) - software yang scan CV secara otomatis. Kalau CV kamu nggak ada di keyword yang tepat atau formatnya nggak ATS-friendly, langsung masuk tong sampah digital.

Cara Menang di Permainan yang Nggak Adil Ini

Kalau Kamu Merasa “Terlalu Bagus” :

  • Tunjukkan Niat yang Tulus

Jangan cuma bilang “saya tertarik dengan posisi ini.”. Jelaskan secara spesifik kenapa kamu pengen kerja di perusahaan ini dan apa yang bisa kamu pelajari dari posisi ini yang sesuai dengan rencana karier jangka panjang kamu.

  • Jangan Pamer Semua Achievement

Nggak perlu cantumkan semua sertifikat, penghargaan, atau achievement kalau nggak relevan dengan posisi yang kamu lamar. Fokus aja sama yang beneran cocok.

  • Ekspektasi Gaji yang Realistis

Tunjukkan bahwa ekspektasi gaji kamu masuk akal dan sesuai market rate untuk fresh graduate. Jangan langsung minta gaji tinggi cuma karena IPK kamu 3,8 atau kamu lulusan kampus top.

Kalau Kamu Dianggap “Kurang Pengalaman” :

  • Maksimalkan Pengalaman yang Ada

Kamu mungkin nggak punya pengalaman kerja formal, tapi pasti punya pengalaman dari magang, volunteer, organisasi, tugas kuliah, atau bahkan project pribadi. Frame semua ini dengan bahasa profesional yang relate dengan job requirement.

  • Bikin Portofolio

Untuk posisi tertentu seperti desain, programming, writing, dan marketing - portofolio bisa lebih powerful daripada ijazah. Bikin project pribadi yang mendemonstrasikan kemampuan kamu. Nggak perlu rumit, yang penting kelihatan effort dan skill nya.

  • Apply dengan Strategi, Bukan Asal Tembak

Jangan spam CV ke ratusan perusahaan dengan harapan ada yang nyangkut. Lebih baik fokus ke 10-20 perusahaan yang beneran sesuai dengan value dan skill kamu.

Ditolak berkali-kali itu menyakitkan, bikin kamu ngerasa nggak berharga, ngerasa semua effort kuliah 4 tahun sia-sia, ngerasa bodoh padahal IPK kamu bagus. Tapi ingat, penolakan itu bukan refleksi dari worth kamu sebagai manusia. Banyak faktor di luar kontrol kamu yang memengaruhi keputusan hiring, seperti timing, budget, masalah internal politik, atau bahkan sekedar keberuntungan.

Jadi, jangan menyerah. Waktu kamu pasti akan datang!