Kerja Remote vs WFH
Dunia Kerja

Kerja Remote vs WFH, Apa Perbedaannya?

Fadila Rosyada

Sejak beberapa tahun terakhir, sistem kerja semakin fleksibel dan tidak lagi terpaku pada kantor. Istilah kerja remote dan work from home (WFH) pun makin sering digunakan, bahkan kerap dianggap sama. Padahal, keduanya punya konsep dan sistem kerja yang berbeda.

Memahami perbedaan kerja remote dan WFH penting, terutama kalau kamu sedang mempertimbangkan jenis pekerjaan yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhanmu. Supaya tidak salah kaprah, yuk pahami perbedaannya dari dasar sampai detailnya berikut ini!

Apa Itu Kerja Remote?

Kerja remote adalah sistem kerja di mana karyawan atau pekerja tidak diwajibkan datang ke kantor fisik. Seluruh tugas dan proyek bisa diselesaikan dari lokasi mana pun selama pekerjaan tetap berjalan dengan baik dan sesuai target.

Pekerja remote bisa bekerja dari rumah, kafe, coworking space, bahkan dari luar kota atau luar negeri. Selama memiliki koneksi internet dan perangkat kerja yang memadai, lokasi bukan lagi masalah utama.

Kerja remote biasanya terbagi menjadi dua bentuk, yaitu karyawan remote penuh (fully remote employee) dan freelancer. Karyawan remote penuh bekerja secara full-time untuk satu perusahaan, mendapatkan gaji tetap, serta fasilitas dan benefit yang setara dengan karyawan kantor. Sementara itu, freelancer bersifat mandiri dan bekerja berdasarkan proyek atau kontrak tanpa ikatan jam kerja tetap.

Apa Itu Work From Home (WFH)?

Work from home atau WFH adalah sistem kerja di mana karyawan tetap terikat pada perusahaan dan kantor, tetapi diizinkan bekerja dari rumah dalam waktu tertentu. Biasanya, WFH diterapkan sebagai kebijakan fleksibel, misalnya beberapa hari dalam seminggu atau dalam kondisi tertentu.

Berbeda dengan kerja remote, WFH umumnya masih mengharuskan karyawan datang ke kantor di hari-hari tertentu. Artinya, rumah hanya menjadi alternatif lokasi kerja, bukan pengganti kantor sepenuhnya.

WFH banyak diterapkan untuk membantu karyawan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi, terutama bagi orang tua, pekerja dengan jarak rumah yang jauh, atau karyawan dengan kebutuhan khusus. Meski bekerja dari rumah, jam kerja dan tanggung jawabnya tetap mengikuti aturan kantor.

Perbedaan Kerja Remote dan WFH

Meski sama-sama dilakukan di luar kantor, perbedaan kerja remote dan WFH cukup terlihat dari beberapa aspek berikut. Secara garis besar, perbedaan ini terletak pada sistem kerja, fleksibilitas, hingga hubungan dengan perusahaan. Berikut penjelasan perbedaannya secara lebih rinci:

1. Lokasi Kerja

Kerja remote menawarkan kebebasan lokasi yang jauh lebih luas. Pekerja remote bisa bekerja dari mana saja, tidak terbatas pada rumah atau kota tertentu, selama pekerjaan tetap terselesaikan.

Sementara itu, WFH hanya memungkinkan karyawan bekerja dari rumah. Lokasinya relatif tetap dan biasanya masih dekat dengan kantor karena karyawan tetap diwajibkan datang ke kantor di waktu tertentu.

2. Status dan Sistem Pekerjaan

Dalam kerja remote, status pekerja bisa berupa karyawan tetap atau freelancer. Freelancer bekerja berdasarkan proyek dan tidak terikat kontrak jangka panjang, sedangkan karyawan remote tetap memiliki struktur organisasi yang jelas.

Pada WFH, status pekerja hampir selalu karyawan tetap. Mereka masih berada dalam sistem kantor dan hanya mengalami perubahan lokasi kerja sementara.

3. Kompensasi dan Benefit

Perbedaan kerja remote dan WFH juga terlihat dari sistem kompensasi. Karyawan WFH biasanya tetap menerima gaji penuh dan benefit seperti asuransi, cuti, dan tunjangan lainnya.

Sebaliknya, pekerja remote umumnya menerima bayaran berdasarkan proyek atau jam kerja tanpa fasilitas tambahan. Besaran penghasilan juga bisa dipengaruhi oleh lokasi, industri, dan skema kerja yang disepakati.

4. Hubungan dengan Rekan Kerja

Pekerja remote yang tidak pernah datang ke kantor cenderung memiliki interaksi yang sepenuhnya virtual. Komunikasi dilakukan melalui email, chat, atau video call, sehingga hubungan sosial dengan rekan kerja bisa terasa lebih terbatas.

Pada sistem WFH, karyawan masih memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan rekan kerja saat masuk kantor. Hal ini membuat hubungan profesional dan komunikasi tatap muka tetap terjaga.

5. Fleksibilitas Waktu dan Work-Life Balance

Kerja remote, terutama bagi freelancer, menawarkan fleksibilitas waktu yang lebih besar. Mereka bisa mengatur jam kerja sendiri selama target terpenuhi.

Sementara itu, karyawan WFH umumnya tetap mengikuti jam kerja kantor. Meski lokasinya lebih fleksibel, waktu kerjanya masih relatif terikat.

Sekilas memang terlihat mirip, tetapi perbedaan kerja remote dan WFH cukup signifikan jika dilihat dari sistem kerja, lokasi, fleksibilitas, hingga status pekerjaan. Jadi, sebelum memilih atau melamar pekerjaan, pastikan kamu sudah benar-benar paham sistem kerja yang ditawarkan, ya!