Hubungan Pertemanan

Low vs High Maintenance Friendship : Ini Cara Menghadapinya

Shabrina Esya

Kamu tipe orang yang santai dalam pertemanan. Tidak balas chat beberapa jam? Tidak apa-apa. Tidak bisa hangout minggu ini? Gampang, reschedule saja. Tapi teman dekatmu berbeda ia perlu respons cepat, butuh validasi terus-menerus, dan mudah merasa diabaikan kalau kamu tidak segera merespons.

Perbedaan gaya pertemanan ini lebih umum dari yang disangka dan kalau tidak dikelola dengan baik, ia bisa jadi sumber kelelahan bahkan konflik yang tidak perlu.

Kenapa Ini Bisa Terjadi?

Kebutuhan dalam pertemanan sangat dipengaruhi oleh kepribadian, pengalaman masa lalu, dan gaya kelekatan seseorang. Teman yang high maintenance bukan berarti manipulatif atau menyebalkan, ia mungkin hanya memiliki kebutuhan emosional yang lebih tinggi dan cara mengekspresikannya yang berbeda darimu.

Masalah muncul bukan karena salah satu dari kalian “salah”, tapi karena ekspektasi yang tidak pernah dibicarakan secara terbuka.

Yang Sering Terjadi dan Menguras Energi

Kamu merasa guilty setiap kali tidak segera balas pesan. Kamu mulai menghindari membuka chat karena takut dengan reaksinya. Atau kamu memaksakan diri hadir di setiap momen karena tidak mau ia kecewa, meski kamu sendiri sudah kelelahan.

Lama-lama, pertemanan yang seharusnya jadi sumber kebahagiaan malah terasa seperti kewajiban.

Cara Menghadapinya

  • Komunikasikan gayamu, bukan menghakimi gayanya

Alih-alih bilang “kamu terlalu demanding”, coba ungkapkan dari sudut pandangmu sendiri: “Aku tipe yang butuh ruang dan waktu sendiri, bukan berarti aku tidak peduli.” Framing yang tepat membuat percakapan jadi lebih mudah diterima.

  • Tetapkan batas yang jelas, tapi hangat

Batas bukan tembok, ia adalah cara kamu menjaga pertemanan tetap sehat dalam jangka panjang. Kamu boleh bilang tidak bisa selalu available, selama kamu juga menunjukkan bahwa pertemanan ini tetap berarti bagimu.

  • Jangan paksakan diri demi menghindari konflik

Terus-menerus memenuhi kebutuhan orang lain dengan mengorbankan kebutuhanmu sendiri bukan kesetiaan itu kelelahan yang tertunda. Pada akhirnya, kamu yang akan burnout dan menarik diri sepenuhnya.

  • Apresiasi perbedaan, bukan hanya toleransi

Teman yang high maintenance seringkali adalah orang yang sangat invested dalam hubungan ia peduli dalam, ekspresif, dan hadir penuh. Itu kualitas yang berharga, selama kalian sama-sama mau saling memahami.

Pertemanan yang Sehat Butuh Dua Arah

Tidak ada standar tunggal tentang bagaimana pertemanan “seharusnya” dijalankan. Yang penting adalah keduanya merasa dihargai bukan salah satu pihak yang selalu mengalah.

Kalau kamu sudah jujur, sudah berusaha, tapi kelelahan itu tidak kunjung hilang, itu juga informasi yang valid. Tidak semua perbedaan bisa dijembatani dan itu bukan kegagalan, itu kedewasaan.

Pertemanan terbaik bukan yang tanpa perbedaan, tapi yang cukup aman untuk membicarakannya.