Cara Membuat Dummy Project Social Media Specialist, Mudah!

Buat kamu yang ingin berkarier di bidang digital marketing, khususnya sebagai social media specialist, portofolio sering jadi penentu utama. Masalahnya, tidak semua orang punya pengalaman kerja profesional sejak awal. Di sinilah cara membuat dummy project social media specialist jadi solusi yang banyak dicari. Dengan dummy project, kamu tetap bisa menunjukkan skill, strategi, dan cara berpikir ke recruiter meski belum pernah menangani klien sungguhan.

Dummy project bukan sekadar tugas asal jadi. Jika disusun dengan tepat, hasilnya bisa terlihat profesional dan relevan dengan kebutuhan industri. Lalu, sebenarnya apa itu dummy project, dan bagaimana cara membuat dummy project?

Apa Itu Dummy Project?

Dummy project adalah proyek simulasi yang dibuat seolah-olah kamu sedang menangani klien atau brand sungguhan. Meski tidak dijalankan secara real, semua prosesnya dibuat nyata, mulai dari riset, perencanaan konten, hingga evaluasi strategi.

Untuk social media specialist, dummy project biasanya berisi perencanaan konten, contoh postingan, kalender editorial, hingga analisis performa (simulasi). Proyek ini bertujuan menunjukkan kemampuan teknis sekaligus cara berpikir strategis kamu dalam mengelola media sosial.

Cara Membuat Dummy Project Social Media Specialist

Nah, biar kamu tidak bingung mulai dari mana, berikut panduan cara membuat dummy project social media specialist:

1. Tentukan Brand atau Bisnis Fiktif

Langkah pertama adalah menentukan brand yang akan kamu kelola. Kamu bisa membuat brand fiktif atau meniru konsep bisnis yang sudah ada, seperti UMKM kuliner, brand fashion lokal, atau jasa edukasi online.

Pastikan kamu menjelaskan profil brand secara singkat, mulai dari target audiens, tujuan bisnis, hingga tone komunikasi. Ini penting agar strategi konten yang kamu buat terlihat masuk akal dan terarah.

2. Tentukan Platform Media Sosial

Pilih platform yang relevan dengan target audiens brand, misalnya Instagram, TikTok, atau LinkedIn. Tidak perlu semua platform, cukup satu atau dua agar fokus.

Jelaskan alasan pemilihan platform tersebut, termasuk karakter audiens dan jenis konten yang akan digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa kamu paham dasar strategi media sosial, bukan sekadar membuat konten.

3. Buat Tujuan dan Strategi Konten

Selanjutnya, tentukan tujuan media sosial, seperti meningkatkan brand awareness, engagement, atau traffic. Dari tujuan ini, susun strategi konten yang mendukung, misalnya edukatif, hiburan, atau promosi.

Tuliskan juga pilar konten yang akan digunakan. Misalnya, 40% edukasi, 30% hiburan, dan 30% promosi. Strategi seperti ini membuat dummy project terlihat lebih profesional.

4. Susun Content Plan dan Kalender Konten

Buat kalender konten minimal untuk 2–4 minggu. Sertakan jenis konten, caption singkat, ide visual, dan waktu posting. Jika bisa, tambahkan contoh desain atau mockup feed agar lebih meyakinkan.

Di tahap ini, kamu bisa menunjukkan kemampuan copywriting, storytelling, dan pemahaman tren media sosial yang sedang relevan.

5. Buat Simulasi Analisis Performa

Meski tidak diposting sungguhan, kamu tetap bisa membuat simulasi evaluasi. Misalnya, konten edukasi diprediksi memiliki engagement tinggi, atau konten video pendek berpotensi menjangkau audiens baru.

Tambahkan insight dan rekomendasi perbaikan. Bagian ini penting karena menunjukkan bahwa kamu tidak hanya bisa membuat konten, tapi juga menganalisis hasilnya.

Agar kamu punya gambaran yang lebih jelas, berikut contoh dummy project social media specialist yang disusun secara terstruktur, layaknya menangani klien sungguhan.

Contoh Dummy Project Social Media Specialist 

Agar kamu punya gambaran yang lebih jelas, berikut contoh dummy project social media specialist yang disusun secara terstruktur, layaknya menangani klien sungguhan.

Profil Brand

  • Nama brand: Kopi Lokal Nusantara
  • Jenis bisnis: UMKM minuman kopi
  • Target audiens: Usia 18–30 tahun, mahasiswa dan pekerja muda
  • Karakter brand: Santai, ramah, dan kekinian
  • Tujuan utama: Meningkatkan brand awareness dan engagement di media sosial

Platform yang Digunakan

Platform utama yang dipilih adalah Instagram. Alasan pemilihan Instagram karena target audiens aktif menggunakan platform ini dan format kontennya mendukung visual produk, storytelling, serta video pendek seperti Reels.

Tujuan Media Sosial

  • Meningkatkan brand awareness dalam 1 bulan
  • Mendorong interaksi melalui likes, komentar, dan share
  • Mengenalkan keunikan produk kopi lokal

Strategi Konten

Konten dibagi ke dalam beberapa pilar agar lebih variatif dan terarah, yaitu:

  • Edukasi (40%): fakta menarik tentang kopi lokal, jenis biji kopi, dan cara penyeduhan
  • Hiburan (30%): konten ringan seperti meme kopi, relatable content, dan tren Reels
  • Promosi (30%): promo produk, bundling, dan teaser menu baru

Content Plan dan Kalender Konten

Dummy project ini mencakup kalender konten selama 1 bulan dengan total 12 postingan:

  • 6 feed edukasi
  • 4 feed hiburan
  • 2 feed promosi

Setiap konten dilengkapi dengan:

  • Judul konten
  • Ide visual (foto produk, ilustrasi, atau video)
  • Contoh caption sesuai tone brand
  • Hashtag yang relevan

Contoh Ide Konten

  • Feed edukasi: “Kenali Perbedaan Arabika dan Robusta”
  • Reels hiburan: “Tipe Penikmat Kopi Versi Anak Kantoran”
  • Feed promosi: “Promo Payday, Diskon 20% Khusus Minggu Ini”

Simulasi Analisis Performa

Karena tidak diposting secara real, dibuat simulasi evaluasi seperti:

  • Konten edukasi diprediksi mendapat engagement tertinggi karena informatif
  • Konten Reels berpotensi menjangkau audiens baru
  • Waktu posting terbaik diperkirakan pukul 18.00–20.00

Dari hasil simulasi ini, ditambahkan insight dan rekomendasi, misalnya meningkatkan porsi konten video atau memperbanyak konten interaktif.

Output Akhir Dummy Project

Dalam satu dummy project, output yang ditampilkan antara lain:

  • Brand guideline singkat
  • Strategi media sosial
  • Kalender konten 1 bulan
  • Contoh desain feed dan Reels
  • Simulasi insight dan evaluasi

Kini kamu sudah memahami cara membuat dummy project social media specialist yang rapi dan relevan. Meski bersifat simulasi, dummy project bisa menjadi senjata utama untuk menunjukkan kemampuanmu di mata recruiter, lho. Jadi, jangan tunggu punya pengalaman kerja dulu. Yuk, mulai susun dummy project dari sekarang, asah skill-mu, dan bangun portofolio yang siap bersaing di dunia digital marketing!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *