Siapa sangka? Empat cowok yang wajahnya jauh dari tipe “Pangeran Sinetron” bisa bikin heboh bioskop. Setelah sukses besar di 2024, “Agak Laen” kembali hadir di tahun 2025 lewat film Agak Laen Menyala Pantiku. Saat ini mereka berhasil tembus angka 7 juta penonton lebih! Rekor gila ini jadi bukti kalau industri film Indonesia lagi berubah banget.
Sekarang kita lihat sendiri, para komika atau pelawak tunggal ini bukan cuma jadi pemanis buatan di film. Mereka justru jadi otak di balik layar sekaligus pemeran utamanya.
Pinter Nulis Cerita, Bukan Cuma Melucu
Dulu, kita mungkin lihat komika cuma buat lucu-lucuan aja. Tapi sejak era Raditya Dika sampai Ernest Prakasa, kita jadi sadar kalau mereka punya senjata rahasia, yaitu jago nulis. Karena biasa bikin materi stand-up, mereka tahu banget cara bikin cerita yang rapi dan ngena di hati.
Keahlian bercerita inilah yang bikin industri film Indonesia jadi makin seru. Film buatan komika gak cuma modal jatuh terpeleset biar lucu, tapi punya naskah kuat dan dialog cerdas yang dekat banget sama kehidupan sehari-hari.
Aktingnya Natural Banget
Selain jago nulis, komika itu juaranya improvisasi. Penonton zaman sekarang udah agak bosan sama akting yang kaku. Nah, kalau lihat komika kayak Boris Bokir atau Indra Jegel, rasanya kayak lagi ngelihat teman tongkrongan sendiri. Celetukan mereka ngalir dan natural banget, bikin kita ngerasa terwakili.
Tawa Adalah Kunci
Apa ini tandanya aktor ganteng bakal nggak laku? Ya enggak juga. Tapi, standar film sekarang makin tinggi. Dengan suksesnya film-film komedi ini, jelas banget kalau para komika sekarang adalah pemain inti di industri film Indonesia.
Jadi, ini bukan soal siapa menggeser siapa – justru kolaborasi antara aktor watak yang keren dan komika yang jago nulis bakal bikin film kita makin berwarna. Siapapun pemainnya, kalau karyanya bagus, pasti bakal kita dukung terus!
