5 Profesi yang Wajib Menguasai Skill Lobi dan Negosiasi

Di dunia kerja modern, memiliki hard skill saja sering kali belum cukup untuk mengamankan posisi strategis atau kenaikan jabatan. Ada satu paket soft skill yang menjadi pembeda antara karyawan biasa dengan karyawan berprestasi, yaitu kemampuan lobi dan negosiasi. Banyak yang mengira skill ini hanya untuk sales, padahal faktanya hampir semua posisi krusial membutuhkan seni pengaruh ini.

Berikut adalah 5 profesi pekerjaan yang mewajibkan penguasaan skill lobi dan negosiasi :

1. Sales & Business Development (Pengembangan Bisnis)

Sebagai ujung tombak perusahaan, tugas mereka bukan sekedar jualan tetapi membangun kemitraan.

  • Penerapan Lobi : Membangun hubungan personal dan kepercayaan dengan calon klien sebelum penawaran resmi diajukan. Seringkali kesepakatan besar terjadi karena klien suka dan percaya pada orangnya, bukan hanya produknya.
  • Penerapan Negosiasi : Menentukan harga akhir dan diskon. Sales yang hebat dapat menemukan win-win solution, jadi bukan sekedar memotong harga.

2. Procurement & Purchasing (Pengadaan Barang)

Jika tim sales bertugas menghasilkan uang, tim Procurement bertugas menyelamatkan uang perusahaan. Mereka adalah penjaga gawang pengeluaran.

  • Penerapan Lobi : Menjaga hubungan baik dengan supplier atau vendor. Hubungan yang baik bisa menyelamatkan perusahaan saat butuh barang mendadak atau saat pembayaran sedang macet.
  • Penerapan Negosiasi : Menekan harga beli bahan baku, meminta perpanjangan tempo pembayaran, hingga memastikan kualitas barang tetap premium meski harga ditawar.

3. Humas Resources (HR) / Personalia

HR bukan hanya soal administrasi karyawan. HR adalah jembatan antara kepentingan perusahaan dan kepentingan karyawan. Posisi ini penuh dengan konflik kepentingan yang harus didamaikan.

  • Penerapan Lobi : Melobi manajemen tingkat atas untuk menyetujui anggaran kesejahteraan karyawan atau program pelatihan baru.
  • Penerapan Negosiasi : Terjadi saat wawancara kerja (negosiasi gaji), menyelesaikan perselisihan antar karyawan, atau berhadapan dengan serikat pekerja terkait kebijakan perusahaan.

4. Project Manager

Seorang Project Manager (PM) bekerja dalam keterbatasan: waktu, anggaran, dan sumber daya manusia yang terbatas, namun dengan tuntutan klien yang tinggi.

  • Penerapan Lobi : Memengaruhi tim internal agar mau bekerja lebih giat mengejar deadline, atau melobi atasan untuk menambah anggota tim.
  • Penerapan Negosiasi : Menghadapi klien yang sering meminta tambahan fitur di luar kesepakatan awal. PM harus bisa menolak atau menegosiasikan biaya tambahan dengan cara yang diplomatis agar klien tidak kabur.

5. Public Relations (PR)

Tugas utama PR adalah membentuk persepsi dan menjaga reputasi. Di level senior, posisi ini sering berurusan dengan pihak eksternal yang memiliki kekuasaan, seperti media massa atau pejabat pemerintah.

  • Penerapan Lobi : Melakukan pendekatan informal kepada pembuat kebijakan agar peraturan yang dibuat tidak merugikan industri perusahaan, atau melobi jurnalis agar memberitakan sisi positif perusahaan.
  • Penerapan Negosiasi : PR harus bisa bernegosiasi dengan pihak yang dirugikan atau media untuk meredam berita negatif agar reputasi brand tidak hancur.

Apapun profesi kamu di atas, kuncinya adalah Lobi membuka pintu, Negosiasi mengunci kesepakatan. Jika kamu bekerja di salah satu dari 5 bidang ini, mengasah kemampuan komunikasi persuasif bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.

Mulailah dengan belajar mendengarkan secara aktif dan memahami kebutuhan lawan bicara, karena itulah dasar dari lobi dan negosiasi yang efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *