Fashion Berkelanjutan: Panduan Jadi Fashionista di 2026

Pernahkah kamu berdiri di depan lemari penuh baju, tapi merasa “nggak punya baju” untuk dipakai? Ironisnya, di saat kita merasa kurang, bumi justru sedang “kekenyangan” limbah tekstil. Industri fashion saat ini menyumbang sekitar 10% dari emisi karbon global, sebuah angka yang lebih besar dari gabungan emisi seluruh penerbangan internasional. Namun, tampil keren tidak harus mengorbankan planet. Tahun 2026 adalah masanya Sustainable Fashion (fashion berkelanjutan) bukan lagi sekadar tren, melainkan gaya hidup.

Berikut adalah cara bagaimana kamu bisa tetap tampil slay sambil tetap peduli lingkungan.

Ubah Mindset: Kualitas di Atas Kuantitas

Langkah pertama bukan membeli baju baru yang berlabel “eco-friendly”, melainkan mencintai apa yang sudah kamu miliki. Fast fashion membuat kita terbiasa dengan baju murah yang cepat rusak. Mulailah berinvestasi pada pakaian dengan material berkualitas tinggi yang bisa bertahan bertahun-tahun, bukan sekedar hitungan minggu.

Seni Membangun “Capsule Wardrobe”

Pernah dengar konsep Capsule Wardrobe? Ini adalah teknik menyusun koleksi pakaian minimalis yang semuanya bisa dipadupadankan (mix and match). Dengan hanya memiliki sekitar 20-30 potong pakaian berkualitas yang bersifat timeless, kamu bisa menciptakan ratusan gaya tanpa harus memenuhi lemari.

Thrifting dan Pre-loved: Berburu Harta Karun

Membeli baju bekas atau pre-loved adalah salah satu tindakan paling ramah lingkungan. Selain memberi napas kedua pada pakaian agar tidak berakhir di TPA, kamu juga bisa menemukan item unik yang tidak dimiliki orang lain. Di tahun 2026 ini, platform re-sale digital sudah semakin canggih, memudahkan kita untuk menukar atau membeli barang branded bekas dengan harga miring.

Waspada terhadap Greenwashing

Jangan mudah terkecoh dengan label berwarna hijau atau kata-kata seperti “Natural” dan “Sustainable.” Banyak brand melakukan greenwashing, taktik pemasaran untuk terlihat ramah lingkungan padahal praktik produksinya masih merusak. Selalu cek transparansi rantai pasok mereka: Siapa yang menjahit bajunya? Dari mana bahan bakunya berasal?

Upcycling: Ubah Bosan Jadi Baru

Punya jeans lama yang robek di bagian yang salah? Jangan dibuang! Kamu bisa mengubahnya menjadi celana pendek, tas kecil, atau menambahkan aksen bordir. Upcycling memberikan sentuhan personal pada gayamu yang tidak akan bisa dibeli di toko manapun.

Menjadi modis tidak harus mengorbankan etika. Yuk, mulai kurangi kebiasaan belanja impulsif dan beralih ke prinsip fashion berkelanjutan dari sekarang. Karena pada tahun 2026 ini, tren yang paling abadi adalah kepedulian kita terhadap lingkungan.

Gayamu adalah pernyataanmu. Jadi, pastikan gayamu bicara tentang kepedulian, bukan sekedar konsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *