5 Red Flags Klien Toxic yang Harus Dihindari Agensi Kreatif

Memilih klien yang tepat adalah kunci kesuksesan agensi kreatif. Klien yang salah bisa menguras energi, waktu, dan merusak tim kamu. Berikut 5 red flags klien toxic yang harus kamu waspadai sebelum menerima proyek :

1. Budget Tidak Jelas atau Rahasia

Klien yang menolak membahas budget di awal percakapan adalah tanda bahaya besar. Mereka mungkin berharap dapat hasil maksimal dengan bayaran minimal, atau bahkan belum serius dengan proyeknya.

Cara mengatasinya, tanyakan budget range di meeting pertama. Jika mereka terus menghindar, itu sinyal untuk mundur. Klien profesional selalu punya alokasi budget yang jelas.

2. Minta “Test Project” Gratis yang Berlebihan

Wajar jika klien ingin melihat kemampuanmu, tapi jika mereka meminta full campaign, desain lengkap, atau strategi deck tanpa bayaran itu namanya bukan test, tapi eksploitasi!

Cara mengatasinya, tawarkan portofolio atau test project sederhana maksimal 3-4 jam kerja. Profesional sejati menghargai waktu dan keahlian kamu dengan kompensasi yang setara.

3. Terlalu Banyak Decision Makers

Ketika kamu harus present ke 5+ orang dengan opini berbeda dan tidak ada keputusan akhir, proyek ini akan menjadi ‘mimpi buruk’ karena kamu akan ditimpa revisi tanpa akhir. Setiap orang punya selera berbeda dan kamu stuck di tengah-tengahnya.

Cara mengatasinya, tanyakan sejak awal siapa pembuat keputusan dan pastikan hanya orang itu yang memberikan approval terakhir. Kamu bisa masukkan ini di kontrak kerja.

4. Suka Nambah Kerjaan tanpa Bayaran Tambahan

”Oh iya, kalau bikin logo bisa sekalian bikinin packaging, website, sama konten instagram, ya?” – padahal budget dan kesepakatan awalnya cuma buat logo. Ini akan terus terjadi kalau kamu diem aja di awal.

Cara mengatasinya, tulis secara jelas di proposal kerjaan apa aja yang kamu kerjakan. Kalau klien minta tambahan, bilang dengan baik. Jangan takut tegas soal ini, kalau nggak kamu yang rugi.

5. Tidak Ada Kontrak atau Menolak Sign Kontrak

Klien yang bilang “kita kan sudah kenal, ngapain pakai kontrak” atau “ah ribet, langsung kerja aja”. Tanpa kontrak, kamu nggak punya perlindungan legal apapun.

Cara mengatasinya, tanpa kontak maka kita nggak akan kerja. Kontrak melindungi kedua belah pihak dan menjadi bentuk profesionalisme.

TIPS! Screening Klien Sejak Awal

  • Jangan langsung kirim proposal tanpa ngobrol
  • Tanya secara spesifik soal budget, timeline, pembuat keputusan, pengalaman kerja dengan agensi sebelumnya.
  • Jika merasa ada yang aneh di interaksi pertama, biasanya benar.
  • Buatlah batasan soal aturan pembayaran dan berapa kali boleh melakukan revisi.

Menghindari red flags klien toxic bukan berarti kamu terlalu pilih-pilih, tapi ini cara kita melindungi bisnis dan tim. Satu klien buruk bisa lebih merugikan daripada tidak ada klien sama sekali, bisa menguras waktu dan energi.

INGAT! Kamu membangun agensi untuk jangka panjang. Pilih klien yang menghargai karyamu, komunikatif, dan memperlakukan kamu sebagai partner profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *