Merasa makin berat setiap Senin pagi mau ke kantor? Atau justru sudah mulai cemas sejak Minggu sore? Hati-hati, bisa jadi kamu sedang berada di toxic workplace. Lingkungan kerja yang toxic bukan cuma soal bos yang galak atau deadline yang ketat, ini tentang budaya kerja yang sistematis merusak kesehatan mental dan karirmu dalam jangka panjang.
Apa Itu Toxic Workplace?
Toxic workplace adalah lingkungan kerja dengan budaya yang tidak sehat, di mana karyawan merasa tidak dihargai, stres berlebihan, dan mengalami tekanan psikologis secara terus-menerus. Berbeda dengan tantangan kerja yang wajar, toxic workplace membuat kamu merasa terjebak dan tidak berkembang.
7 Tanda Toxic Workplace yang Harus Kamu Waspadai
- Komunikasi yang Tidak Sehat. Di tempat kerja yang toxic, komunikasi seringkali penuh dengan intimidasi, sarkasme, atau bahkan teriakan. Atasan atau rekan kerja sering mempermalukan orang lain di depan umum. Feedback yang membangun atau positif diganti dengan kritik pedas yang menyerang personal.
- Atasan Terlalu Mengontrol Setiap Detail Pekerjaanmu. Kamu tidak dipercaya untuk mengerjakan tugasmu sendiri. Setiap detail harus dilaporkan, setiap keputusan kecil harus disetujui atasan. Ini bukan tenang standar yang tinggi, tapi tentang kontrol berlebihan yang membuat kamu tidak bisa berkembang.
- Karyawan Sering Resign dalam Waktu Singkat. Perhatikan seberapa sering orang resign di kantormu. Kalau dalam setahun banyak karyawan yang keluar, ini red flag besar. Orang tidak pergi dari perusahaan yang baik tanpa alasan yang kuat.
- Gosip Jadi Budaya Sehari-hari. Gosip sesekali mungkin wajar, tapi kalau fitnah sudah jadi makanan sehari-hari itu masalah serius. Lingkungan seperti ini membuat kamu selalu waspada dan sulit membangun kepercayaan dengan siapapun.
- Work-Life Balance Tidak Dihargai. Chat kerja masuk jam 11 malam dan kamu diharapkan langsung respons. Weekend kamu terganggu terus. Cuti selalu dipersulit atau malah bikin kamu ngerasa bersalah. Kalau begini terus, burnout tinggal menunggu waktu.
- Tidak Ada Apresiasi atau Pengakuan. Kerja keras kamu tidak pernah diakui, sementara kesalahan kecil selalu dibesarkan. Bonus atau kenaikan gaji tidak transparan, kamu merasa seperti robot yang hanya dipakai tanpa dihargai.
- Politik Kantor. Promosi dan kesempatan tidak berdasarkan performa, tapi siapa yang dekat dengan atasan. Ada kelompok tertentu yang selalu diistimewakan.
Dampak Toxic Workplace pada Hidupmu
Bekerja di lingkungan toxic bukan cuma bikin bad mood. Dampaknya bisa serius :
- Kesehatan mental (anxiety, depresi, dan insomnia)
- Kesehatan fisik (sakit kepala, masalah pencernaan, tekanan darah tinggi)
- Karir (skill tidak berkembang, CV terlihat buruk karena resign cepat)
Kapan Kamu Harus Resign?
Tidak semua masalah di kantor berarti kamu harus langsung resign. Tapi pertimbangkan untuk pergi kalau :
- Kesehatan mental dan fisikmu terancam serius
- Ada kekerasan atau bullying yang diabaikan manajemen
- Tidak ada kesempatan berkembang sama sekali
Cara Menghindari Toxic Workplace Berikutnya
Saat interview di tempat baru, perhatikan red flags ini :
- Tanya tentang work life balance dan perhatikan reaksi interviewer.
- Minta bicara dengan calon rekan kerja langsung.
- Cek review perusahaan di JobStreet atau aplikasi pencari kerja lainnya.
- Perhatikan bahasa tubuh dan suasana saat kamu datang ke kantor
Toxic workplace adalah real dan dampaknya serius. Kamu tidak harus bertahan di tempat yang merusak kesehatan mental dan karirmu. Kenali tanda-tandanya, evaluasi kondisimu dengan jujur, dan buat keputusan terbaik untuk masa depanmu.
INGAT! Resign dari toxic workplace bukan tanda kegagalan, justru ini tanda kamu menghargai dirimu sendiri dan tahu apa yang layak kamu dapatkan.
